Informasi

Senin, 14 Agustus 2017

Menjelajahi Pesona Wisata Kota Padang Keindahan Indonesia

Pesona wisata Ibukota provinsi Sumatera Barat ialah Padang, kota terbesar ketiga di Sumatera yang menjadi pintu gerbang utama untuk menginjak ranah minang. Padang adalahpusat perdagangan, edukasi dan pemerintahan di Sumatera Barat.


Kota Padang ialah kota terbesar di pantai barat Pulau Sumatera sekaligus ibu kota dari provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kota ini mempunyai wilayah seluas 694,96 km² dengan situasi geografi berbatasan dengan laut dan dikelilingi perbukitan dengan elevasi mencapai 1.853 mdpl. Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pesona Wisata Kota Padang tahun 2014, kota ini mempunyai jumlah warga sebanyak 1.000.096 jiwa. Padang adalahkota inti dari pengembangan distrik metropolitan Palapa.

Sejarah Kota Pesona Wisata Padang tidak terlepas dari peranannya sebagai area rantau Minangkabau, yang bermula dari perkampungan nelayan di muara Batang Arau kemudian berkembang menjadi bandar pelabuhan yang ramai sesudah masuknya Belanda di bawah bendera Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Hari jadi kota ini diputuskan pada 7 Agustus 1669, yang adalahhari terjadinya pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan monopoli VOC. Selama penjajahan Belanda, kota ini menjadi pusat perniagaan emas, teh, kopi, dan rempah-rempah. Memasuki abad ke-20, ekspor batu bara dan semen mulai dilaksanakan melalui Pelabuhan Teluk Bayur.

Kota Padang adalahsentra perekonomian dengan jumlah penghasilan per kapita tertinggi di Sumatera Barat. Di samping itu, kota ini menjadi pusat edukasi dan kesehatan di distrik Sumatera unsur tengah, ditopang dengan eksistensi sejumlah perguruan tinggi dan kemudahan kesehatan. Sebagai kota seni dan budaya, Pesona Wisata Padang dikenal dengan legenda Malin Kundang dan Sitti Nurbaya, dan masing-masing tahunnya menyelenggarakan sekian banyak  festival guna menunjang sektor kepariwisataan. Di kalangan masyarakat Indonesia, nama kota ini lazimnya diasosiasikan dengan etnis Minangkabau dan masakan khas mereka yang lazimnya dikenal sebagai masakan Padang

Hampir semua bangunan pemerintah di Padang di bina dengan arsitektur lokasi tinggal adat minang, dengan atap laksana tanduk kerbau yang menjadi karakteristik kota ini. Pesona Wisata Kota Padang adalahkota destinasi wisata yang memiliki sekian banyak  fasilitas menyeluruh untuk memenuhi keperluan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Sebuah resort hotel pun tersedia di Pulau Sikuai dengan kemudahan modern yang dapat dijangkau sekitar 50 menit dari kota Padang.

Kampung Cina Salah Satu Pesona Wisata Padang
kawasan Kota tua/kampung Cina di Kota Padang ialah tempat wisata yang sesuai untuk Anda, sebab di tempat ini kita dapat menonton bangunan-bangunan tua bekas peninggalan Belanda sekaligus kelenteng kuno Shie Hin Kiong yang di bina pada abad ke 19. Berjalan-jalan di sepanjang area ini kita seakan-akan kembali ke masa lalu ketika pemerintah Belanda masih menjajah tanah air dan menguasai kota-kota di Sumatera Barat yakni Bukittinggi dan Padang.

Lokasi wisata ini terletak di ambang Sungai Batang Arau, yakni sungai yang mengalir di Kota Padang dan bermuara di sekitar lereng Gunung Padang. memerlukan waktu tempuh selama 10 menit dengan berkendara guna menuju tujuan Pesona wisata yang letaknya 2 km dari pusat kota ini. Di samping melihat-lihat kota tua dan kelenteng di dusun Cina, di lokasi ini juga dapat menyaksikan jembatan Sitti Nurbaya yang namanya dipungut dari karya sastra fenomenal Marah Roesli.

Lubuak Nyarai Pesona Wisata Padang
Lubuak Nyarai ialah Pesona wisata alam yang belum tidak sedikit dikenal oleh publik. Terletak di Korong Koto Buruak, Nagari Lubuak Aluang, Kecamatan Lubuak Aluang. Jarak dari pusat Kecamatan Lubuak Aluang ke tempat sekitar 6 Km. Akses ke tempat ini hanya dapat dilewati dengan jalan kaki atau transportasi kuda beban. Objek wisata ini berupa lubuk dengan air yang bening dan dingin. Terletak jauh dari keramaian kemudian lintas. Cocok sekali ditemui dengan hiking lantas berkemah di tempat ini.

Masjid Lubuak Bareh
Masjid Lubuak Bareh ialah masjid tertua ketiga yang didirikan atas prakarsa Syekh Burhanuddin. Dua masjid yang lain ialah Masjid Syekh Burhanuddin di Ulakan dan Masjid Baitul Makmur di Kapalo Koto, Balai Basuo Nan Sabaris. Pesona Wisata Masjid Lubuak Bareh yang sedang di Korong Kampuang Bendang Nagari Sungai Sariak Kecamatan VII Koto didirikan pada tahun 1727 M dengan peletakan batu kesatunya dilaksanakan oleh Syekh Burhanuddin sendiri.

Karena usia masjid ini melebihi 50 tahun (284 tahun) maka cocok dengan UU Nomor 5 Tahun 1992 mengenai Pesona Wisata Cagar Budaya Bangunan, masjid ini tergolong Benda Cagar Budaya (BCB) yang menjadi tanggung jawab pemerintah mulai dari pusat sampai wilayah pemeliharaannya maupun kelestarian keberadaannya. Gempa Bumi 30 September 2009 yang sudah meluluhlantakkan Kabupaten Padang Pariaman pun membuat masjid ini merasakan kerusakan nyaris 50% dari bangunan yang ada. Bagi segera merehabilitasi masjid ini dengan melulu mengandalkan dana APBD Padang Pariaman pastilah sulit. Sehingga butuh dicarikan donatur-donatur baik dalam maupun luar negeri.

Berkat kepedulian Prince Cluas Fund (PCF) bareng Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) masjid ini kesudahannya mendapat sentuhan perbaikan walaupun belum 100% sempurna. Setidaknya telah dapat dimanfaatkan sesuai keperluan masyarakat bakal sarana peribadatan. Dengan dihadiri oleh Bapak Wakil Gubernur Sumatera Barat, Bapak Muslim Kasim, masjid ini diresmikan pemakaiannya berpulang kepada hari Rabu 5 Oktober 2011. Pesona Wisata Peresmian ini dihadiri pun oleh regu PCF dan BPPI. Dari BPPI langsung dihadiri oleh Ketua Badan Pelaksana BPPI, I Gede Ardika dan Catrini Pratihari Kubontubuh, Direktur Eksekutif BPPI serta bapak Amran Nur, Walikota Sawahlunto yang pun Ketua Umum Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

Pantai Muaro Gasan Lestari
Pantai ini terasa sangat estetis sekali bila anda kunjungi lebih dekat, melulu berjarak ±200 meter dan jalan utama Pariaman – Lubuk Basung. Kawasan pantai ini telah ditumbuhi Kayu Pinus Laut dan Cemara, pasir putih bersih genangan air muara, yang bisa dimanfaatkan guna kereta air dan kegiatan lainnya. Pesona Wisata Lautnya yang punya sejumlah batu karang laksana Karang Gabuo, Karang Tete, Karang Panyue dan karang beda yang menyimpan komoditi ekspor laksana udang, kelong, udang lobster, dan ikan ekspor lainnya. Karang Gabuo berjarak dari pinggir pantai melulu ±200 meter dapat di manfaatkan guna wisata bahari dengan pekerjaan utamanya memancing.

Makam Syekh Burhanuddin
Syekh Burhanuddin dikenal sebagai penyebar agama di Minangkabau pada abad ke-17. Beliau mempunyai pengetahuan yang mendalam mengenai agama Islam dan juga diyakini mempunyai kekuatan supranatural.
Meninggalnya Syekh Burhanuddin pada tanggal 10 Syafar tidaklah menciptakan kharisma beliau tertelan oleh bumi. Hal ini terbukti sampai ketika ini makam beliau masih dikunjungi oleh peziarah. Bangunan makam itu bercirikan arsitektur masjid pada abad ke-16. Dapat didatangi di Kecamatan Ulakan Tapakis 12 kilometer dari Pariaman. Suasana religius paling terasa disekeliling makam tersebut.Pesona Wisata

0 komentar:

Posting Komentar