1. Main Game Hanya Buang-Buang Waktu
Pernyataan ini tentunya tidak jarang kita dengar, terutama ketika zaman sekolah dulu. Tapi tentunya pengakuan ini salah besar. Dibandingkan dengan melulu sekedar menyaksikan televisi, bermain game bahwasannya jauh lebih bermanfaat. Sesungguhnya game bisa memberikan akibat positif untuk diri kita. Ada 3 akibat positif, yang dapat diperoleh dari bermain game:
Melatih otak beranggapan cepat: andai kamu suka memainkan game puzzle, atau sejenis shooter game, dan juga sekian banyak game yang mengharuskan anda bermain dengan refleks cepat, anda akan menyadari ternyata game-game itu memaksa benak kita guna terbiasa beranggapan dengan cepat, yang barangkali saja di saat-saat tertentu dalam kehidupan nyata anda akan memerlukannya.
Cara terbaik untuk menguras waktu berbobot | berbobot | berkualitas bersama teman, keluarga, serta orang terdekat: terkadang, hubungan sosial yang sudah kita jalin dengan orang-orang di sekitar dapat saja merasakan kerenggangan, atau bahkan terputus begitu saja. Salah satu hal penyebab dari masalah ini ialah arah hidup yang mulai berubah. Nah, dengan menyuruh teman atau saudara bermain dalam suatu permainan singkat, atau tertawa bareng dalam satu sesi permainan, berbagi bercerita serta mengomentari topik game yang sama, bisa membatu mengawal hubungan baik anda dengan orang-orang terdekat.
Hiburan guna melepas kepenatan: bermain game dapat dikategorikan sebagai kegemaran dan dibutuhkan juga sesekali sebagai hiburan, untuk mengasyikkan dan membahagiakan diri anda sendiri. Bermain game dapat menghindarkan stres dan depresi sampai-sampai tercipta benak yang lebih sehat. Dari benak yang sehat dan positif, pasti saja akan hadir lebih tidak sedikit ide-ide luar biasa.
2. Game Bukan Karya Seni
Sesuatu bisa dikategorikan sebagai seni bilamana ada penikmat dan penciptanya. Mungkin tak begitu tidak sedikit orang yang tahu (terutama mereka yang berbicara "game bukanlah karya seni") bahwa Sebagian besar personel dari suatu tim pengembang game ialah para seniman.
Para seniman seniman ini mencakup animator, concept artist, pengarang cerita, aktor dan aktris sebagai 3D model karakter dalam game, sampai komposer familiar yang bertugas guna menghasilkan soundtrack game eksklusif. Para seniman yang sangat menonjol salah satu anggota pengembang game tersebut laksana berikut ini:
Concept Artist Jason Chan: seorang concept artist senior yang bekerja pada perusahaan Riot Games. Berbagai hasil karyanya dapat dilihat di akun artstation miliknya. Ia menghususkan diri pada bidang desain karakter, baik yang diutamakan untuk game maupun untuk sebatas karya ilustrasi. Keterampilannya dinyatakan secara luas di industri ini dan karyanya berkata untuk dirinya sendiri.
Voice Actress Michelle Rodriguez: di antara pemeran figur Fast of Furious serta film fiksi angan-angan Avatar ini sempat tercebur dalam sejumlah game, yakni sebagai figur Calita dalam game Driv3r and Navy. Ia pun sempat membintangi salah satu figur dalam game Call Of Duty BLACK OPS II.
Komposer Bear McCreary: seorang seniman komposer yang terdapat di balik soundtrack official gameplay trailer God of War (PS4) dengan judul "Overture".
3. Gamer Tak Akan Pernah Sukses
Percaya atau tidak, terdapat orang yang sukses melulu dengan sebatas bermain game Minecraft saja.Adam Dahlberg ialah seorang Minecraft YouTuber dengan akun SkyDoesMinecraft. Ia familiar lucu dan tidak jarang kali tidak berhasil dalam mode parkour serta survival.
Hingga ketika ini ia mempunyai lebih dari 12 juta subscribers pada channel YouTube-nya dan dinobatkan sebagai drainase YouTube sangat populer nomor 19 di dunia. Rata-rata yang menyukai video miliknya ialah remaja berusia 17 tahun.
Nah, tersebut dia 3 anggapan salah tentang gamer. Bagaimana menurutmu? Buat anda yang gamer, pernah mendapat ucapan seperti yang Jaka kupas tadi? Atau terdapat pandangan beda yang belum Jaka sebutkan tentang gamer? Jangan sungkan guna berbagi ya via kolom komentar di bawah ini.
s







0 komentar:
Posting Komentar